Pertalite Langka, Nelayan di Balaesang Tidak Dapat Melaut

  • Bagikan

HARIANTRIBUANA.COM, Donggala – Ratusan nelayan di wilayah Kecamatan Balaesang pesisir pantai barat Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah tidak bisa melaut karena kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.

Menurut salah satu nelayan Desa Tambu, Rahman akibat kelangkaan bahan bakar minyak, saat ini para nelayan resah.

Mereka terpaksa menyandarkan perahu di sepanjang bibir pantai dan memilih tidak melaut.

Kata Rahman, hal ini terpaksa dilakukan karena kesulitan mendapatkan pasokan bahan bakar minyak jenis Pertalite.

“Untuk Pertalite ini sangat susah didapatkan, bagaimana kami nelayan ini bisa pergi melaut. Sedangkan keluarga kami hanya berharap dari hasil tangkapan ikan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Rahman kepada media, Sabtu (7/5).

Selain langka, sambung Rahman, para nelayan biasa membeli bensin eceran dengan harga Rp 10.000 perliter dan itu tidak masalah, dari pada harus membeli Bensin di SPBU yang berjarak 30 kilometer dari Desa Tambu, yang tentunya akan menyita waktu dan biaya.

Diketahui daerah pesisir pantai barat ini hampir semua penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Selain itu, untuk stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan (SPBN) belum ada sampai saat ini.

“Jadi mereka biasa membeli langsung ke SPBU dengan menggunakan jerigen atau membeli pada pengecer dikarenakan langka. Dan adapun kalau ada harganya pasti tinggi, sebab biaya nelayan melaut juga tinggi,” ujarnya menambahkan.

Ini masalah serius bagi para nelayan, dengan biasanya harga perbotol Rp 10.000, kini naik menjadi Rp 15.000 – 20.000. Olehnya ia berharap kepada pemerintah agar memberi solusi, dan penyaluran BBM bisa normal seperti sedia kala.* (Agus)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.